Translate

Thursday, July 30, 2026

Membuat Aplikasi Android Sederhana (Aplikasi Hitung Volume)

Tujuan
Codelab ini bertujuan untuk mengimplementasikan komponen Activity pada aplikasi pertama yang kamu bangun sehingga dapat memberikan gambaran tentang bagaimana Activity ditampilkan. Kemudian anda memberikan Interaksi di dalamnya seperti memberi input dan mengklik sebuah tombol.

Logika Melakukan input ke dalam obyek TextBox → Melakukan validasi input → Melakukan perhitungan volume balok ketika tombol hitung diklik


Langkah langkah Pengerjaan

1. Buat Project Baru dengan Nama "App Volume"




Kode activity_main.xml

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
    xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
    xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:paddingBottom="16dp"
    android:orientation="vertical"
    tools:context=".MainActivity">

    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Panjang"
        />

    <EditText
        android:id="@+id/edt_panjang"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:inputType="numberDecimal"
        android:lines="1"
        android:layout_marginBottom="25dp"/>


    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Lebar"
        />

    <EditText
        android:id="@+id/edt_lebar"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:inputType="numberDecimal"
        android:lines="1"
        android:layout_marginBottom="25dp"/>


    <TextView
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="Tinggi"/>

    <EditText
        android:id="@+id/edt_tinggi"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:inputType="numberDecimal"
        android:lines="1"
        android:layout_marginBottom="20dp"/>


    <Button
        android:id="@+id/btn_hitung"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:text="@string/hitung"
        android:layout_marginBottom="30dp"/>

    <TextView
        android:id="@+id/tv_hasil"
        android:layout_width="match_parent"
        android:layout_height="wrap_content"
        android:gravity="center"
        android:text="Hasil"
        android:textSize="40sp"
        android:textStyle="bold"
        android:layout_marginBottom="16dp"/>

</LinearLayout>



Kode dalam MainActivity.java


package com.septian.andre.hitungvolume;

import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.os.Bundle;
import android.text.TextUtils;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.TextView;

public class MainActivity extends AppCompatActivity implements View.OnClickListener {

    private EditText edtPanjang, edtLebar, edtTinggi;

    private Button btnHitung;

    private TextView tvHasil;

    @Override
    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);

        edtPanjang = (EditText)findViewById(R.id.edt_panjang);
        edtLebar = (EditText)findViewById(R.id.edt_lebar);
        edtTinggi = (EditText)findViewById(R.id.edt_tinggi);
        btnHitung = (Button)findViewById(R.id.btn_hitung);
        tvHasil = (TextView)findViewById(R.id.tv_hasil);
        btnHitung.setOnClickListener(this);

    }

    public void onClick(View v) {
        if (v.getId() == R.id.btn_hitung) {
            String panjang = edtPanjang.getText().toString().trim();
            String lebar = edtLebar.getText().toString().trim();
            String tinggi = edtTinggi.getText().toString().trim();
            boolean isEmpetyFields = false;

            if (TextUtils.isEmpty(panjang)) {
                isEmpetyFields = true;
                edtPanjang.setError("Field Ini Tidak Boleh Kosong");
            }

            if (TextUtils.isEmpty(lebar)) {
                isEmpetyFields = true;
                edtLebar.setError("Field Ini Tidak Boleh Kosong");
            }

            if (TextUtils.isEmpty(tinggi)) {
                isEmpetyFields = true;
                edtTinggi.setError("Field Ini Tidak Boleh Kosong");
            }

            if (!isEmpetyFields) {
                double l = Double.parseDouble(lebar);
                double p = Double.parseDouble(panjang);
                double t = Double.parseDouble(tinggi);

                double volume = l * p * t;

                tvHasil.setText(String.valueOf(volume));
            }


        }
    }
}

Wednesday, July 29, 2026

KUMPULAN SOAL UJIAN KOMPETENSI KEAHLIAN UNTUK SMK



Uji Kompetensi Keahlian atau UKK adalah bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. UKK dilaksanakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian praktik yang menguji aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada 1 event.

UKK dapat dilaksanakan menggunakan standar yang ditetapkan oleh industri, Lembaga Sertifikasi Profesi, dan/atau perangkat uji yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Tempat-tempat uji kompetensi. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan UKK harus dinyatakan layak sebagai tempat uji kompetensi oleh koordinator Ujian Nasional Tingkat Provinsi atau Lembaga Sertifikasi Profesi. Sebagaimana tahun sebelumnya, nilai UKK akan diperhitungkan sebagai Nilai Ujian Sekolah untuk mata pelajaran kompetensi kejuruan.

Perangkat UKK yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersifat terbuka dan peserta uji dapat berlatih menggunakan perangkat ujian tersebut sebelum pelaksanaan ujian. Secara umum perangkat Uji Kompetensi Keahlian terdiri atas :

Soal Praktik Kejuruan (SPK) adalah berupa penugasanbagi peserta uji untuk membuat atau proses dan mengerjakan suatu produk/jasa.

Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp) adalah instrumen yang digunakan untuk pemberian skor setiap komponen penilaian. Lembar penilaian memuat komponen penilaian, sub-komponen penilaian, pencapaian kompetensi, dan kriteria/rubrik penilaian.

Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV) adalah instrumen yang digunakan untuk menilai kelayakan satuan pendidikan atau institusi lain sebagai tempat penyelenggaraan ujian Praktik Kejuruan. Instrumen verifikasi memuat standar persyaratan peralatan utama, standar persyaratan peralatan pendukung,standar persyaratan tempat/ruang serta memuat persyaratan penguji yang terdiri atas penguji internal dan eksternal.

Adapun dokumen yang dapat diakses secara publik adalah :


Mulai tahun pelajaran 2018/2019, Ujian Nasional Teori Kejuruan tidak lagi menjadi bagian Uji Kompetensi Keahlian sehingga nilai Ujian Nasional tidak lagi diperhitungkan dalam nilai Uji Kompetensi Keahlian melainkan hanya untuk Sertifikat Hasil Ujian Nasional. Kisi-kisi Ujian Nasional Teori Kejuruan dapat diunduh DI SINI


Untuk Prodi Teknik Komputer dan Informatika silahakan didownload disini

1. Soal Uji Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (Soal UKK RPL)
4. Soal Uji Kompetensi Keahlian Teknik Transmisi Komunikasi (Soal UKK TTK)

Untuk Pembahasanya ditunggu ya postingan-postingan selanjutnya....

Tuesday, July 28, 2026

2 Basis Data (Pengenalan My SQL)


Mengenal My SQL 

MySQL adalah Sebuah program database server yang mampu menerima dan mengirimkan datanya sangat cepat, multi user serta menggunakan peintah dasar SQL ( Structured Query Language ).
MySQL merupakan dua bentuk lisensi, yaitu FreeSoftware dan Shareware. MySQL yang biasa kita gunakan adalah MySQL FreeSoftware yang berada dibawah Lisensi GNU/GPL ( General Public License ).
MySQL Merupakan sebuah database server yang free, artinya kita bebas menggunakan database ini untuk keperluan pribadi atau usaha tanpa harus membeli atau membayar lisensinya. MySQL pertama kali dirintis oleh seorang programmer database bernama Michael Widenius . Selain database server, MySQl juga merupakan program yang dapat mengakses suatu database MySQL yang berposisi sebagai Server, yang berarti program kita berposisi sebagai Client. Jadi MySQL adalah sebuah database yang dapat digunakan sebagai Client mupun server.
Database MySQL merupakan suatu perangkat lunak database yang berbentuk database relasional atau disebut Relational Database Management System ( RDBMS ) yang menggunakan suatu bahasa permintaan yang bernama SQL (Structured Query Language )

Kelebihan MySQL
Database MySQL memiliki beberapa kelebihan dibanding database lain, diantaranya :
  • MySQL merupakan Database Management System ( DBMS )
  • MySQL sebagai Relation Database Management System ( RDBMS ) atau disebut dengan database Relational
  • MySQL Merupakan sebuah database server yang free, artinya kita bebas menggunakan database ini untuk keperluan pribadi atau usaha tanpa harus membeli atau membayar lisensinya
  • MySQL merupakan sebuah database client 
  • MySQL mampu menerima query yang bertupuk dalam satu permintaan atau MultiThreading.
  • MySQL merupakan Database yang mampu menyimpan data berkapasitas sangat besar hingga berukuran GigaByte sekalipun.
  • MySQL diidukung oleh driver ODBC, artinya database MySQL dapat diakses menggunakan aplikasi apa saja termasuk berupa visual seperti visual Basic dan Delphi.
  • MySQL adalah database menggunakan enkripsi password, jadi database ini cukup aman karena memiliki password untuk mengakses nya.
  • MySQL merupakan Database Server yang multi user, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh satu pihak orang akan tetapi dapat digunakan oleh banyak pengguna.
  • MySQL mendukung field yang dijadikan sebagai kunci primer dan kunci uniq ( Unique ).
  • MySQL memliki kecepatan dalam pembuatan table maupun peng-update an table.

Kekurangan MySQL

Meskipun memiliki banyak kelebihan, terutama karena merupakan salah satu program atau software yang opensource, ternyata MySQL juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan MySQL :

  • Sulit untuk diaplikasikan pada intansi atau perusahan dengan database yang besar
Karena merupakan salah sau jenis DBMS yang ramah terhadap spesifikasi komputer, maka MySQL pun memiliki fitur yang tidak selengkap Oracle. Hal ini berhubungan dengan implementasi dari DBMS yang dilakukan, dimana MySQL tidak mampu atau diragukan kemampuannya untuk melakukan manajemen database degan jumlah data yang sangat besar. Sehingga tidak cocok untuk diterapkan pada instansi atau perusahaan besar.
  • Support yang kurang
Technical support dari MySQL juga dianggap kurang baik. Hal ini mungkin berhubungan dengan status open source yang dimiliki oleh MySQL. Hal ini membuat user akan mengalami kesulitan dalam menghubungi technical support cari MySQL ketika dihadapkan pada suatu kendala atau permasalahan saat menggunakan software ini.
  • Tidak populer untuk aplikasi game dan mobile
Sayangnya adalah DBMS mysql ini sangat kurang digunakan untuk aplikasi Game dan Mobile application. Jadi jika anda ingin mengembangkan dua jenis aplikasi ini, MYSQL bukan teman yang tepat.

Mengenal SQL ( Structured Query Language )
SQL ( Structured Query Language ) adalah sebuah bahasa permintaan database yang terstruktur. Bahasa SQL ini dibuat sebagai bahasa yang dapat merelasikan beberapa tabel dalam database maupun merelasikan antar database.
SQL dibagi menjadi tiga bentuk Query, yaitu :

1. DDL ( Data Definition Language )
DDL adalah sebuah metode Query SQL yang berguna untuk mendefinisikan data pada sebuah Database, Query yang dimiliki DDL adalah :
  • CREATE : Digunakan untuk membuat Database dan Tabel
  • Drop : Digunakan untuk menghapus Tabel dan Database
  • Alter : Digunakan untuk melakukan perubahan struktur tabel yang telah dibuat, baik menambah Field ( Add ), mengganti nama Field  ( Change ) ataupun menamakannya kembali ( Rename ), dan  menghapus Field ( Drop ).
2. DML ( Data Manipulation Language )
DML adalah sebuah metode Query yang dapat digunakan apabila DDL telah terjadi, sehingga fungsi dari Query DML ini untuk melakukan pemanipulasian database yang telah dibuat. Query yang dimiliki DML adalah :
  • INSERT :Digunakan untuk memasukkan data pada Tabel Database
  • UPDATE :Digunakan untuk pengubahan terhadap data yang ada pada Tabel Database
  • DELETE  :Digunakan untuk Penhapusan data pada tabel Database
3. DCL ( Data Control Language )
DCL adalah sebuah metode Query SQL yang digunakan untuk memberikan hak otorisasi mengakses Database, mengalokasikan space, pendefinisian space, dan pengauditan penggunaan database. Query yang dimiliki DCL adalah :
  • GRANT:Untuk mengizinkan User mengakses Tabel dalam Database.
  • REVOKE:Untuk membatalkan izin hak user, yang ditetapkan oleh perintah GRANT
  • COMMIT:Mentapkan penyimpanan Database
  • ROLLBACK:Membatalkan penyimpanan Database 


Untuk Modul Praktikum Bahasan ini Silahkan Download 
Disini 




Monday, July 27, 2026

Keamanan Jaringan (Monitoring Jaringan, Dasar-dasar Penggunaan NMAP)

 

Definisi

Nmap (Network Mapper) adalah sebuah program open source yang berguna untuk mengesksplorasi jaringan.Nmap didesain untuk dapat melakukan scan jaringan yang besar, juga dapat digunakan untuk melakukan scan host tunggal.Nmap menggunakan paket IP untuk menentukan host- host yang aktif dalam suatu jaringan,port-port yang terbuka, sistem operasi yang dipunyai, tipe firewall yang dipakai, dll.

Kemampuan Nmap

  • Mengumpulkan informasi setiap host atau komputer yang hidup (life) pada jaringan lokal
  • Mengumpulkan informasi setiap ipaddress pada jaringan lokal
  • Mengumpulkan informasi setiap sistem operasi pada host maupun seluruh host pada target jaringan
  • Menemukan setiap port yang terbuka dari host target
  • Menemukan adanya infeksi dari virus maupun malware
  • Mengumpulkan informasi mengenai layanan-layanan (service) pada host target dan server pada jaringan target.

Instalasi

Instalasi dari repo

Beberapa distro sudah menyediakan nmap pada repo masing-masing. Beberapa sistem operasi yang telah menyediakan nmap pada repository adalah
Debian / Ubuntu
[text]apt-get install nmap[/text]
Fedora
[text]yum install nmap[/text]
Instalasi dari source code
[butuh konten]

Penggunaan

root@zee-eichel:~# nmap

Nmap 6.01 ( http://[[nmap]].org )
Usage: nmap [Scan Type(s)] [Options] {target specification}
TARGET SPECIFICATION:
Can pass hostnames, [[IP address]]es, networks, etc.
Ex: scanme.[[nmap]].org, microsoft.com/24, 192.168.0.1; 10.0.0-255.1-254
-iL <inputfilename>: Input from list of hosts/networks
-iR <num hosts>: Choose random targets
–exclude <host1[,host2][,host3],…>: Exclude hosts/networks
–excludefile <exclude_file>: Exclude list from file
HOST DISCOVERY:
-sL: List Scan – simply list targets to scan
-sn: Ping Scan – disable port scan
-Pn: Treat all hosts as online — skip host discovery
-PS/PA/PU/PY[portlist]: TCP SYN/ACK, UDP or SCTP discovery to given ports
-PE/PP/PM: ICMP echo, timestamp, and netmask request discovery probes
-PO[protocol list]: IP Protocol Ping
-n/-R: Never do DNS resolution/Always resolve [default: sometimes] –dns-servers <serv1[,serv2],…>: Specify custom DNS servers
–system-dns: Use OS’s DNS resolver
–traceroute: Trace hop path to each host
SCAN TECHNIQUES:
-sS/sT/sA/sW/sM: TCP SYN/Connect()/ACK/Window/Maimon scans
-sU: UDP Scan
-sN/sF/sX: TCP Null, FIN, and Xmas scans
–scanflags <flags>: Customize TCP scan flags
-sI <zombie host[:probeport]>: Idle scan
-sY/sZ: SCTP INIT/COOKIE-ECHO scans
-sO: IP protocol scan
-b <[[FTP]] relay host>: [[FTP]] bounce scan
PORT SPECIFICATION AND SCAN ORDER:
-p <port ranges>: Only scan specified ports
Ex: -p22; -p1-65535; -p U:53,111,137,T:21-25,80,139,8080,S:9
-F: Fast mode – Scan fewer ports than the default scan
-r: Scan ports consecutively – don’t randomize
–top-ports <number>: Scan <number> most common ports
–port-ratio <ratio>: Scan ports more common than <ratio>
SERVICE/VERSION DETECTION:
-sV: Probe open ports to determine service/version info
–version-intensity <level>: Set from 0 (light) to 9 (try all probes)
–version-light: Limit to most likely probes (intensity 2)
–version-all: Try every single probe (intensity 9)
–version-trace: Show detailed version scan activity (for debugging)
SCRIPT SCAN:
-sC: equivalent to –script=default
–script=<Lua scripts>: <Lua scripts> is a comma separated list of
directories, script-files or script-categories
–script-args=<n1=v1,[n2=v2,…]>: provide arguments to scripts
–script-args-file=filename: provide NSE script args in a file
–script-trace: Show all data sent and received
–script-updatedb: Update the script database.
–script-help=<Lua scripts>: Show help about scripts.
<Lua scripts> is a comma separted list of script-files or
script-categories.
OS DETECTION:
-O: Enable OS detection
–osscan-limit: Limit OS detection to promising targets
–osscan-guess: Guess OS more aggressively
TIMING AND PERFORMANCE:
Options which take <time> are in seconds, or append ‘ms’ (milliseconds),
‘s’ (seconds), ‘m’ (minutes), or ‘h’ (hours) to the value (e.g. 30m).
-T<0-5>: Set timing template (higher is faster)
–min-hostgroup/max-hostgroup <size>: Parallel host scan group sizes
–min-parallelism/max-parallelism <numprobes>: Probe parallelization
–min-rtt-timeout/max-rtt-timeout/initial-rtt-timeout <time>: Specifies
probe round trip time.
–max-retries <tries>: Caps number of port scan probe retransmissions.
–host-timeout <time>: Give up on target after this long
–scan-delay/–max-scan-delay <time>: Adjust delay between probes
–min-rate <number>: Send packets no slower than <number> per second
–max-rate <number>: Send packets no faster than <number> per second
[[FIREWALL]]/IDS EVASION AND SPOOFING:
-f; –mtu <val>: fragment packets (optionally w/given MTU)
-D <decoy1,decoy2[,ME],…>: Cloak a scan with decoys
-S <IP_Address>: Spoof source address
-e <iface>: Use specified interface
-g/–source-port <portnum>: Use given port number
–data-length <num>: Append random data to sent packets
–ip-options <options>: Send packets with specified ip options
–ttl <val>: Set IP time-to-live field
–spoof-mac <mac address/prefix/vendor name>: Spoof your MAC address
–badsum: Send packets with a bogus TCP/UDP/SCTP checksum
OUTPUT:
-oN/-oX/-oS/-oG <file>: Output scan in normal, XML, s|<rIpt kIddi3,
and Grepable format, respectively, to the given filename.
-oA <basename>: Output in the three major formats at once
-v: Increase verbosity level (use -vv or more for greater effect)
-d: Increase debugging level (use -dd or more for greater effect)
–reason: Display the reason a port is in a particular state
–open: Only show open (or possibly open) ports
–packet-trace: Show all packets sent and received
–iflist: Print host interfaces and routes (for debugging)
–log-errors: Log errors/warnings to the normal-format output file
–append-output: Append to rather than clobber specified output files
–resume <filename>: Resume an aborted scan
–stylesheet <path/URL>: XSL stylesheet to transform XML output to HTML
–webxml: Reference stylesheet from [[Nmap]].Org for more portable XML
–no-stylesheet: Prevent associating of XSL stylesheet w/XML output
MISC:
-6: Enable IPv6 scanning
-A: Enable OS detection, version detection, script scanning, and traceroute
–datadir <dirname>: Specify custom [[Nmap]] data file location
–send-eth/–send-ip: Send using raw ethernet frames or IP packets
–privileged: Assume that the user is fully privileged
–unprivileged: Assume the user lacks raw socket privileges
-V: Print version number
-h: Print this help summary page.

EXAMPLES:
nmap -v -A scanme.nmap.org
nmap -v -sn 192.168.0.0/16 10.0.0.0/8
nmap -v -iR 10000 -Pn -p 80
SEE THE MAN PAGE (http://[[nmap]].org/book/man.html) FOR MORE OPTIONS AND EXAMPLES

Single Host

Dengan penggunaan domain maupun ip address

Dengan ip address
Perintah standart scanning ke single ip address

nmap [ip-address]
#Contoh
root@zee-eichel:~# nmap 192.168.2.1

Output :
[text]root@zee-eichel:~# nmap 192.168.2.1
Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 00:47 WIT
Nmap scan report for 192.168.2.1
Host is up (0.029s latency).
Not shown: 996 closed ports
PORT STATE SERVICE
23/tcp filtered telnet
53/tcp open domain
80/tcp open http
49152/tcp open unknown
MAC Address: 84:A8:E4:AF:60:B1 (Huawei Device Co.)
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 4.03 seconds
Dengan Domain

Perintah standart scanning dengan domain

root@[[zee]]-eichel:~# nmap edukasiteki.blogspot.com

Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 00:59 WIT
Warning: 141.101.118.197 giving up on port because retransmission cap hit (10).
[[Nmap]] scan report for indonesian[[backtrack]].or.id (141.101.118.197)
Host is up (0.094s latency).
Other addresses for indonesian[[backtrack]].or.id (not scanned): 141.101.118.196
PORT STATE SERVICE
1/tcp open tcpmux
20/tcp open ftp-data
[..snif..] 53/tcp open domain
70/tcp filtered gopher
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 437.33 seconds[/text]


Perintah standart dengan tambahan informasi lainnya

nmap -v edukasiteki.blogspot.com

Multi ip address dan subnet

Untuk melakukan scanning lebih dari satu ip address atau mungkin bertujuan untuk melakukan scanning ke satu subnet. Salah satu contoh jika kita hendak melakukan scanning terhadap 2 ip address 192.168.2.1 dan 192.168.2.2. Jika kita hendak melihat informasi host yang sedang dalam keadaan up pada satu subnet
root@zee-eichel:~# nmap -n -sn 192.168.2.1/24

Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:43 WIT
Nmap scan report for 192.168.2.1
Host is up (0.028s latency).
MAC Address: 84:A8:E4:AF:60:B1 (Huawei Device Co.)
Nmap scan report for 192.168.2.2
Host is up (0.00016s latency).
MAC Address: 9C:B7:0D:3E:1A:A1 (Liteon Technology)
Nmap scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00072s latency).
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
Nmap scan report for 192.168.2.20
Host is up.
Nmap done: 256 IP addresses (4 hosts up) scanned in 10.12 seconds[/text]
Jika berdasarkan ip address
[text]root@zee-eichel:~# nmap 192.168.2.1 192.168.2.2
Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 01:53 WIT
[[Nmap]] scan report for 192.168.2.1
Host is up (0.0035s latency).
Not shown: 996 closed ports
PORT STATE SERVICE
23/tcp filtered telnet
53/tcp open domain
80/tcp open http
49152/tcp open unknown
MAC Address: 84:A8:E4:AF:60:B1 (Huawei Device Co.)
[Nmap] scan report for 192.168.2.2
Host is up (0.00035s latency).
Not shown: 999 filtered ports
PORT STATE SERVICE
22/tcp closed ssh
MAC Address: 9C:B7:0D:3E:1A:A1 (Liteon Technology) [Nmap] done: 2 [[IP address]]es (2 hosts up) scanned in 8.14 seconds[/text]

Perintah untuk melakukan scann ke seluruh jaringan berdasarkan subnet

root@zee-eichel:~# nmap 192.168.2.*

root@zee-eichel:~# nmap 192.168.2.0/24

Dengan menggunakan patokan dari file tertentu
[butuh konten] Save output ke file

Anda dapat menyimpan hasil pada file-file tertentu

[text]root@zee-eichel:~# nmap 192.168.2.1 > output.txt
root@zee-eichel:~# cat output.txt

Menampilkan paket diterima dan dikirim

Anda dapat menampilkan paket-paket yang dikirim dan diterima nmap pada proses scann
root@zee-eichel:~# nmap –packet-trace 192.168.2.1

Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:10 WIT
SENT (0.0923s) ARP who-has 192.168.2.1 tell 192.168.2.20
RCVD (0.0949s) ARP reply 192.168.2.1 is-at 84:A8:E4:AF:60:B1
NSOCK (0.0950s) UDP connection requested to 192.168.2.1:53 (IOD #1) EID 8
NSOCK (0.0960s) Read request from IOD #1 [192.168.2.1:53] (timeout: -1ms) EID 18
NSOCK (0.0960s) Write request for 42 bytes to IOD #1 EID 27 [192.168.2.1:53]: ………….1.2.168.192.in-addr.arpa…..
NSOCK (0.0960s) Callback: CONNECT SUCCESS for EID 8 [192.168.2.1:53] NSOCK (0.0960s) Callback: WRITE SUCCESS for EID 27 [192.168.2.1:53] NSOCK (0.5660s) Callback: READ SUCCESS for EID 18 [192.168.2.1:53] (119 bytes)
NSOCK (0.5670s) Read request from IOD #1 [192.168.2.1:53] (timeout: -1ms) EID 34
NSOCK (0.5670s) nsi_delete() (IOD #1)
NSOCK (0.5670s) msevent_cancel() on event #34 (type READ)
SENT (0.5686s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:256 S ttl=38 id=54844 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5693s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:1720 S ttl=50 id=10691 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5699s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:443 S ttl=50 id=2410 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5704s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:80 S ttl=38 id=46326 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5710s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:5900 S ttl=37 id=60552 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5719s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:445 S ttl=52 id=42181 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5724s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:587 S ttl=59 id=56548 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5731s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:53 S ttl=56 id=36706 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5738s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:21 S ttl=50 id=5214 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
SENT (0.5740s) TCP 192.168.2.20:39594 > 192.168.2.1:23 S ttl=42 id=49474 iplen=44 seq=1439923272 win=1024 <mss 1460>
#sniff–

Menampilkan semua interface dan rute

Untuk menampilkan interface dan rute yang tersedia didalam os , anda dapat menggunakan perintah iflist
root@zee-eichel:~# nmap –iflist
Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:00 WIT
************************INTERFACES************************
DEV (SHORT) IP/MASK TYPE UP MTU MAC
lo (lo) 127.0.0.1/8 loopback up 16436
lo (lo) ::1/128 loopback up 16436
eth1 (eth1) 192.168.2.20/24 ethernet up 1500 08:00:27:9D:19:E3
eth1 (eth1) fe80::a00:27ff:fe9d:19e3/64 ethernet up 1500 08:00:27:9D:19:E3
**************************ROUTES**************************
DST/MASK DEV GATEWAY
192.168.2.0/24 eth1
0.0.0.0/0 eth1 192.168.2.1
Excluding hosts/networks
Anda dapat tidak menyertakan host dengan domain dan ip address tertentu saat melakukan scanning terhadap sebuah jaringan. Hal ini sangatlah bermanfaat pada saat anda melakukan scanning pada tingkat jaringan yang besar.
nmap 192.168.2.0/24 –exclude 192.168.2.3
nmap 192.168.2.0/24 –exclude 192.168.2.5,192.168.2.254
Contoh di atas berarti anda tidak melakukan scanning pada ip 192.168.2.3, 192.168.2.5, 192.168.2.254 pada sebuah subnet 192.168.2.0/24

Mendeteksi sistem operasi dan layanan (services) target

root@[[zee]]-eichel:~# nmap -A 192.168.2.11

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-04-25 16:23 WIT
Nmap scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00088s latency).
Not shown: 996 closed ports
PORT STATE SERVICE VERSION
135/tcp open msrpc Microsoft Windows RPC
139/tcp open netbios-ssn
445/tcp open microsoft-ds Microsoft Windows XP microsoft-ds
3389/tcp open ms-wbt-server Microsoft Terminal Service
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
Device type: general purpose
Running: Microsoft Windows XP
OS CPE: cpe:/o:microsoft:windows_xp::sp2 cpe:/o:microsoft:windows_xp::sp3
OS details: Microsoft Windows XP SP2 or SP3
Network Distance: 1 hop
Service Info: OS: Windows; CPE: cpe:/o:microsoft:windows
Host script results:
|_nbstat: NetBIOS name: TARGET-6B5E8C15, NetBIOS user: <unknown>, NetBIOS MAC: 08:00:27:cf:c7:37 (Cadmus Computer Systems)
|_smbv2-enabled: Server doesn’t support SMBv2 protocol
| smb-security-mode:
| Account that was used for smb scripts: guest
| User-level authentication
| SMB Security: Challenge/response passwords supported
|_ Message signing disabled (dangerous, but default)
| smb-os-discovery:
| OS: Windows XP (Windows 2000 LAN Manager)
| Computer name: target-6b5e8c15
| NetBIOS computer name: TARGET-6B5E8C15
| Workgroup: MSHOME
|_ System time: 2013-04-25 16:23:12 UTC+7
TRACEROUTE
HOP RTT ADDRESS
1 0.88 ms 192.168.2.11
OS and Service detection performed. Please report any incorrect results at http://nmap.org/submit/ .
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 11.02 seconds[/text]

Dari hasil di atas anda dapat mengetahui beberapa service yang berjalan serta Operating system yang digunakan target. OS: Windows XP (Windows 2000 LAN Manager)

Penggunaan -v (service scan) juga akan menampilkan hasil yang akurat ..

root@zee-eichel:~# nmap -v -A 192.168.2.11

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-04-25 16:28 WIT
NSE: Loaded 93 scripts for scanning.
NSE: Script Pre-scanning.
Initiating ARP Ping Scan at 16:28
Scanning 192.168.2.11 [1 port] Completed ARP Ping Scan at 16:28, 0.01s elapsed (1 total hosts)
Initiating Parallel DNS resolution of 1 host. at 16:28
Completed Parallel DNS resolution of 1 host. at 16:28, 0.65s elapsed
Initiating SYN Stealth Scan at 16:28
Scanning 192.168.2.11 [1000 ports] Discovered open port 445/tcp on 192.168.2.11
Discovered open port 139/tcp on 192.168.2.11
Discovered open port 135/tcp on 192.168.2.11
Discovered open port 3389/tcp on 192.168.2.11
Completed SYN Stealth Scan at 16:28, 1.31s elapsed (1000 total ports)
Initiating Service scan at 16:28
Scanning 4 services on 192.168.2.11
Completed Service scan at 16:28, 6.02s elapsed (4 services on 1 host)
Initiating OS detection (try #1) against 192.168.2.11
NSE: Script scanning 192.168.2.11.
Initiating NSE at 16:28
Completed NSE at 16:28, 0.23s elapsed
Nmap scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00092s latency).
Not shown: 996 closed ports
PORT STATE SERVICE VERSION
135/tcp open msrpc Microsoft Windows RPC
139/tcp open netbios-ssn
445/tcp open microsoft-ds Microsoft Windows XP microsoft-ds
3389/tcp open ms-wbt-server Microsoft Terminal Service
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
Device type: general purpose
Running: Microsoft Windows XP
OS CPE: cpe:/o:microsoft:windows_xp::sp2 cpe:/o:microsoft:windows_xp::sp3
OS details: Microsoft Windows XP SP2 or SP3
Network Distance: 1 hop
TCP Sequence Prediction: Difficulty=261 (Good luck!)
IP ID Sequence Generation: Incremental
Service Info: OS: Windows; CPE: cpe:/o:microsoft:windows
Host script results:
| nbstat:
| NetBIOS name: TARGET-6B5E8C15, NetBIOS user: <unknown>, NetBIOS MAC: 08:00:27:cf:c7:37 (Cadmus Computer Systems)
| Names
| TARGET-6B5E8C15<00> Flags: <unique><active>
| MSHOME<00> Flags: <group><active>
| TARGET-6B5E8C15<20> Flags: <unique><active>
| MSHOME<1e> Flags: <group><active>
| MSHOME<1d> Flags: <unique><active>
|_ x01x02__MSBROWSE__x02<01> Flags: <group><active>
|_smbv2-enabled: Server doesn’t support SMBv2 protocol
| smb-security-mode:
| Account that was used for smb scripts: guest
| User-level authentication
| SMB Security: Challenge/response passwords supported
|_ Message signing disabled (dangerous, but default)
| smb-os-discovery:
| OS: Windows XP (Windows 2000 LAN Manager)
| Computer name: target-6b5e8c15
| NetBIOS computer name: TARGET-6B5E8C15
| Workgroup: MSHOME
|_ System time: 2013-04-25 16:28:36 UTC+7
TRACEROUTE
HOP RTT ADDRESS
1 0.92 ms 192.168.2.11
NSE: Script Post-scanning.
Read data files from: /usr/local/bin/../share/nmap
OS and Service detection performed. Please report any incorrect results at http://nmap.org/submit/ .
[[Nmap]] done: 1 [[IP address]] (1 host up) scanned in 10.98 seconds
Raw packets sent: 1069 (47.734KB) | Rcvd: 1017 (41.238KB)

remote operating system

root@zee-eichel:~# nmap -O 192.168.2.11

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-04-25 16:32 WIT
Nmap scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00079s latency).
Not shown: 996 closed ports
PORT STATE SERVICE
135/tcp open msrpc
139/tcp open netbios-ssn
445/tcp open microsoft-ds
3389/tcp open ms-wbt-server
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
Device type: general purpose
Running: Microsoft Windows XP
OS CPE: cpe:/o:microsoft:windows_xp::sp2 cpe:/o:microsoft:windows_xp::sp3
OS details: Microsoft Windows XP SP2 or SP3
Network Distance: 1 hop
OS detection performed. Please report any incorrect results at http://nmap.org/submit/ .
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 8.65 seconds[/text]
Beberapa kombinasi yang dapat digunakan
[text]nmap -O –osscan-guess 192.168.1.1
nmap -v -O –osscan-guess 192.168.1.1[/text]

Mendeteksi layanan dan device yang sedang up

Untuk mendeteksi layanan (services) dan device yang sedang up pada satu jaringan/subnet tertentu
root@[[zee]]-eichel:~# nmap -sP 192.168.2.1/24
Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:41 WIT
[[Nmap]] scan report for 192.168.2.1
Host is up (0.0032s latency).
MAC Address: 84:A8:E4:AF:60:B1 (Huawei Device Co.)
[[Nmap]] scan report for 192.168.2.2
Host is up (0.00021s latency).
MAC Address: 9C:B7:0D:3E:1A:A1 (Liteon Technology)
[[Nmap]] scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00091s latency).
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
[[Nmap]] scan report for 192.168.2.20
Host is up.
[[Nmap]] done: 256 [[IP address]]es (4 hosts up) scanned in 11.00 seconds

Mendeteksi versi dari layanan (service)

Untuk mendeteksi beberapa versi layanan (service) pada target , anda dapat menggunakan opsi -sV
root@[[zee]]-eichel:~# nmap -sV 192.168.2.2
Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-04-25 16:35 WIT
Nmap scan report for 192.168.2.2
Host is up (0.00031s latency).
Not shown: 999 filtered ports
PORT STATE SERVICE VERSION
22/tcp closed ssh
MAC Address: 9C:B7:0D:3E:1A:A1 (Liteon Technology)
Service detection performed. Please report any incorrect results at http://[[nmap]].org/submit/ .
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 5.86 seconds[/text] [text]root@zee]]-eichel:~# nmap -sV 192.168.2.11
Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-04-25 16:38 WIT
Nmap scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00041s latency).
Not shown: 996 closed ports
PORT STATE SERVICE VERSION
135/tcp open msrpc Microsoft Windows RPC
139/tcp open netbios-ssn
445/tcp open microsoft-ds Microsoft Windows XP microsoft-ds
3389/tcp open ms-wbt-server Microsoft Terminal Service
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
Service Info: OS: Windows; CPE: cpe:/o:microsoft:windows
Service detection performed. Please report any incorrect results at http://nmap.org/submit/ .
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 7.60 seconds[/text]

 

Mendeteksi firewall

Mendeteksi adanya penggunaan firewall pada service berjalan, anda dapat menggunakan opsi -sA.
root@zee-eichel:~# nmap -sA 192.168.2.11
Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:49 WIT
[[Nmap]] scan report for 192.168.2.11
Host is up (0.00055s latency).
Not shown: 996 filtered ports
PORT STATE SERVICE
139/tcp unfiltered netbios-ssn
445/tcp unfiltered microsoft-ds
2869/tcp unfiltered icslap
3389/tcp unfiltered ms-wbt-server
MAC Address: 08:00:27:CF:C7:37 (Cadmus Computer Systems)
[[Nmap]] done: 1 [[IP address]] (1 host up) scanned in 4.62 seconds[/text]
Hasil di atas memberitahu kita bahwa beberapa service tanpa dalam keadaan status unfiltered.
Contoh kasus adanya penggunaan Firewall terhadap sebuah server
[text]root@zee-eichel:~# nmap -sA site.org
Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:52 WIT
[[Nmap]] scan report for site.org (110.144.306.64)
Host is up (0.077s latency).
rDNS record for 110.144.306.64: colo-site-tes.co.id
All 1000 scanned ports on site.org (110.144.306.64) are filtered
[[Nmap]] done: 1 [[IP address]] (1 host up) scanned in 83.71 seconds

Scanning firewall

Untuk mendeteksi kelemahan firewall pada sistem target
TCP Null Scan untuk menipu firewall untuk memberikan respon ,dalam kondisi TCP flag header adalah nol (null)
nmap -sN 192.168.2.1

TCP Fin scan untuk mengecek firewall ,hanya TCP FIN bit

nmap -sF 192.168.2.1
Penggunaan TCP Xmas
setting FIN, PSH, dan URG

nmap -sX 192.168.2.1

Firewall untuk packets fragments

opsi ini akan membuat nmap mengirimkan paket data dengan menggunakan tiny fragmented IP packets. Dengan menggunakan opsi ini , anda dapat melewati berbagai filtered, IDS/IPS
root@zee-eichel:~# nmap -f site.org

Starting Nmap 6.01 ( http://nmap.org ) at 2013-04-25 17:26 WIT
Nmap scan report for site.org (110.144.306.64)
Host is up (0.053s latency).
rDNS record for 110.144.306.64: colo-site-tes.co.id
PORT STATE SERVICE
1/tcp open tcpmux
3/tcp open compressnet
4/tcp open unknown
6/tcp open unknown
7/tcp open echo
9/tcp open discard
13/tcp open daytime
#
Melakukan scanning disaat target menggunakan firewall

root@zee-eichel:~# nmap -PN site.org

[text]Starting [[Nmap]] 6.01 ( http://[[nmap]].org ) at 2013-04-25 16:58 WIT
[[Nmap]] scan report for site.org (110.144.306.64)
Host is up (0.076s latency).
rDNS record for 110.144.306.64: colo-site-tes.co.id
PORT STATE SERVICE
1/tcp open tcpmux
3/tcp open compressnet
4/tcp open unknown
6/tcp open unknown
7/tcp open echo
9/tcp filtered discard
13/tcp open daytime
17/tcp open qotd
19/tcp open chargen
20/tcp open [[ftp]]-data
21/tcp open [[ftp]] 22/tcp open ssh
23/tcp open telnet
24/tcp open priv-mail
25/tcp open smtp
26/tcp open rs[[ftp]] 30/tcp open unknown
32/tcp open unknown
33/tcp open dsp
37/tcp open time
42/tcp open nameserver
43/tcp open whois
49/tcp open tacacs
53/tcp open domain
70/tcp open gopher
79/tcp open finger
80/tcp open http
81/tcp open hosts2-ns
82/tcp open xfer
83/tcp open mit-ml-dev

Sunday, July 26, 2026

Apa itu RAID? Penjelasan Lengkap Teknologi RAID pada Penyimpanan Data dalam Hardisk

Pengertian RAID dan Macam Jenis Level Teknologi RAID Harddisk Server



RAID atau yang merupakan singkatan dari Redundant Array Of Independent Disk yang meuruju pada suatu technology di dalam suatu penyimpanan data pada komputer yang di pakai untuk melakukan implemenatasi aplikasi atau fitur toleransi kesalahan di media penyimpanan computer terutama pada hard disk dengan memakai cara redundansi atau penumpukkan data, baik itu dengan memakai software atau perangkat lunak, maupun unik perangkat keras RAID atau hard RAID yang terpisah.

RAID adalah organisasi disk memory yang dapat mengatasi sejumlah disk dengan system akses nya parallel dan redundansi di tambah kan untuk memberikan peningkatan reliabilitas. Kerja parallel ini memberikan hasil resultan kelajuan disk yang akan lebih cepat.


RAID memiliki sebanyak 3 karakteristik umum, dan ketiga karakteristik umum tersebut itu ialah:

  • Data nya di distribusikan pada drive fisik array
  • RAID merupakan sekumpulan dist drive yang di klaim sebagai system tunggal pada disk
  • Kapasitas redundant disk di pakai untuk menyimpan informasi paritas, yang sudah menjamin recoverability data pada saat terjadi kegagalan disk atau terjadi suatu masalah.

Jadi, Pengertian RAID adalah suatu jawaban dari masalah kesenjangan kelajuan disk memory dengan CPU dengan cara nya yang mengganti kan disk yang memiliki kapasitas besar dengan beberapa disk disk yag memiliki kapasitas kecil dan juga mendistribusi kan data di disk disk tersebut dengan sedemikian rupa, maka dari itu di kemudian waktu bisa di baca ulang.

Sejarah RAID

Penggunaan istilah RAID pertama kali diperkenalkan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1987. Tetapi walaupun mereka yang menggunakan istilah RAID pertama kali, tetapi hak paten RAID sejatinya dimiliki oleh Norman Ken Ouchi dari IBM, yang pada tahun 1978 mendapatkan paten nomor 092732 dengan judul “System for recovering data stored in failed memory unit”.

Level – level strandart Raid

RAID bisa dibagi menjadi 8 level yang berlainan, level level tersebut ialah level 0, level 1, level 2, level 3, level 4, level, 5, level 6, level 0 + 1 dan juga level 1 +0. Disetiap level nya tersebut mempunyai kekurangan dan juga kelebihan. Seperti salah satu nya ialah sebagai berikut:

RAID 0


Raid pada level 0 ini memakai sekumpulan disk dengan striping di level biok, tanpda adanya redundansi. Maka dari itu ia hanya menyimpan dan melakukan striping blok data di dalam sejumlah disk. Level 0 ini sesungguh nya tidak termasuk di dalam kelompok RAID, hal ini di karenakan level 0 tidak memakai redundansi dalam peningkatan kinerja nya tersebut

RAID 0 (atau yang disebut juga dengan stripe set atau striped volume), data akan disimpan terpisah secara merata ke dua hardisk atau lebih, tanpa informasi parity untuk meningkatkan kecepatan. Parity data di RAID digunakan untuk memeriksa error hardisk & mendapatkan redundansi data. Jika ada hardisk yang rusak, secara otomatis RAID akan melakukan rekonstruksi data pada hardisk yang baru.
Nah, pada RAID 0, parity data tidak ada, sehingga jika ada hardisk yang rusak, maka secara otomatis data akan rusak. Tidak ada redundansi/kehandalan data di level RAID 0. Pada umumnya, RAID 0 digunakan untuk meningkatkan performa baca/tulis saja, atau untuk memperbesar kapasitas simpan, tanpa mementingkan redundansi data.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dengan RAID 0, kecepatan I/O hardisk akan meningkat karena kinerja baca/tulis dikerjakan bersama-sama. Dengan 3 hardisk SATA 7200 rpm, anda akan memiliki performa setara 3 x 7200 rpm = 21600 rpm.
Dengan RAID 0, 3 x 1 TB hardisk = 3 TB hardisk!

RAID 1 


RAID level 1 adalah disk mirroring, memalsukan atau menduplikat di masing masing disk. Langkah langkah ini bisa memberikan peningkatan terhadap kinerja disk, namun jumlah disk yang di perlukan juga berubah menjadi 2 kali lipat. Maka dari itu dana nya menjadi sangat lah mahal.

Dengan RAID 1, data di hardisk pertama akan di salin (mirroring) persis sama ke hardisk kedua. Jika anda lebih mementingkan performa baca & kehandalan data, ketimbang simpan, maka RAID 1 adalah pilihan yang pas.

Pada RAID 1, jika pada salah satu hardisk terjadi kerusakan, maka data akan tetap aman karena sudah tersalin di hardisk kedua. Jika hardisk yang rusak mendapatkan ganti, maka secara otomatis RAID 1 akan melakukan salinan/mirorring ke hardisk yang baru.

2 Hardisk yang diatur dengan RAID 1, total kapasitasnya hanya seperti memiliki 1 hardisk saja. Jadi semisal 2 x 1 TB hardisk dengan RAID 1, maka kapasitas simpan yang bisa dipakai adalah 1 TB saja.

Kecepatan baca/tulis pada RAID 1 cukup bagus, walau tidak setinggi performa pada RAID 0. Kekurangan RAID 1 hanyalah pada kapasitas simpan saja.

RAID 5



RAID Level 5 ini adalah suatu pengorganisasian dengan paritas blok interleaved yang tersebar. Paritas dan juga data yang di sebar di seluruh disk termasuk pada suatu disk tambahan nya.

RAID 5 menggunakan metode block-level striping dengan data parity didistribusikan ke semua hardisk. RAID 5 cukup populer karena mampu menghadirkan redundansi data dengan biaya yang tidak terlalu besar.

RAID 5 memiliki toleransi kerusakan disk hanya satu saja, sama seperti RAID 1. Jadi, jika anda menggunakan 3 x 1TB hardisk, maka kapasitas simpan yang bisa digunakan adalah 2 TB saja, karena 1 TB lainnya digunakan untuk toleransi kerusakan.

RAID 5 memiliki performa baca dua kali lipat lebih cepat, tetapi tidak ada peningkatan pada performa tulis. RAID level ini dianjurkan untuk penyimpanan.

RAID 6 



Untuk RAID Level 6 ini dinamai juga dengan redundansi p + q, seperti hal nya pada RAID level 5, namun menyimpan sebuah informasi redundan tambahan yang nantinya berguna untuk mengantisipasi terjadinya kegagalan dari sejumlah disk secara bersamaan.

RAID 6 sejatinya hampir sama dengan RAID 5, yang membedakan cuma penambahan parity block. Jika pada RAID 5 toleransi kerusakan disk hanya satu, pada RAID 6 memiliki 2 disk. Dengan penambahan ekstra parity block, maka redundansi data lebih bagus ketimbang RAID 5.

Performa baca/tulis tidak ada beda dengan RAID 5. Level RAID 6 biasanya dianjurkan untuk solusi HA (High Availability), Mission Critical Apps, dan server yang membutuhkan kapasitas simpan yang besar).

RAID 10 



RAID 10 biasa juga disebut dengan RAID 1+0 atau RAID 1&0, mirip dengan RAID 0+1, cuma perbedaanya adalah penggunaan level RAIDnya dibalik.

RAID 10 sebenarnya bukan level standar RAID yang diciptakan untuk driver Linux MD. RAID 10 membutuhkan minimal 4 buah hardisk.

RAID 10 adalah kombinasi antara RAID 0 (data striping) dan RAID 1 (mirroring). Memiliki performa baca/tulis & redundansi data tertinggi (memiliki toleransi kerusakan hingga beberapa hardisk).

RAID 10 memiliki toleransi kerusakan 1 hardisk per mirror stripe.

RAID 10 biasanya banyak diimplementasikan pada database, web server & server aplikasi atau server-server yang membutuhkan performa hardisk tinggi.

RAID 50 



RAID 50 (atau juga disebut dengan RAID 5+0) merupakan kombinasi block-level striping dari RAID 0 dengan distribusi parity dari RAID 5. RAID 50 membutuhkan minimal 6 hardisk.

Jika salah satu hardisk dari masing-masing RAID 5 ada yang rusak, data akan tetap aman. Akan tetapi jika hardisk yang rusak tidak segera diganti, dan hardisk dari RAID 5 tersebut ada yang rusak lagi, maka semua data di RAID 50 akan rusak. Penggantian hardisk harus dilakukan agar data tetap terjaga redundansinya.

RAID 50 memilik toleransi kerusakan 1 hardisk per sub-array. Seperti halnya RAID 10, RAID 50 juga memiliki performa baca/tulis & redundansi data tinggi (memiliki toleransi kerusakan hingga beberapa hardisk).

RAID 50 biasanya banyak di implementasikan pada server database, server aplikasi, dan server penyimpanan file.

RAID 60



RAID 60 (atau juga disebut dengan RAID 6+0) merupakan kombinasi block-level striping dari RAID 0 dengan distribusi parity dari RAID 6. RAID 60 membutuhkan minimal 8 hardisk.

RAID 50 dan RAID 60 tidak banyak perbedaan, yang membedakan hanya pada toleransi kerusakan hardisk. Jika pada RAID 50 toleransi kerusakannya 1 hardisk per sub-array, sedang di RAID 60 adalah 2 hardisk per sub-array.

RAID 60 biasanya banyak di implementasikan pada solusi High Availability, Mission Critical Apps,atau server yang membutuhkan kapasitas simpan besar.


Selain dari Teknologi RAID yang telah di jelaskan di atas sebenarnya masih ada lagi cuma Teknologi RAID yang di bawah ini sudah banyak tidak di gunakan 


RAID level 2
RAID level 2 ini adalah pengorganisasian dengan error – correcting – code (ECC). Seperti di memory server EEC yang di mana pendeteksian titik terjadinya error memakai paritas bit. Di masingn masing byte data memiliki suatu paritas yang bersesuaian yang merepresentasi kan jumlah bit pada byte data tersebut, yang dimana paritas bit = 0 apabila jumlah bit parasite = 1 atau ganjil atau parasitas bit=0 genap.

Jadi apabila salah satu dari bit di data berubah, parasitas berubah dan tidak cocok dengan parasitas bit yang sudah tersave atau tersimpan. Dengan begitu, jika terjadi suatu masalah atau kegagalan di salah satu disk, data bisa di bentuk ulang dengan mendeteksi atau reading error – correction bit di disk yang lain nya.

RAID LEVEL 3
RAID LEVEL 3 adalah suatu pengorganisasian dengan paritas bit interleaved. Dalam pengorganisasian level ini hampir sama hal nya dengan RAID level 2, hanya saja pada RAID Level 3 ini membutuhkan suatu disk redundan, seberapa pun banyak atau jumlah dari kumpulan disk nya.

RAID Level 4
RAID Level 4 ini adalah suatu pengorganisasian dengan paritas blok interleaved, yakni memakai striping data di level blok, dengan mengesave atau menyimpan suatu paritas blok di suatu disk yang berlainan untuk masing masing blok data di disk lain yang saling bersesuaian.


Sekian Penjelasanya, Semoga Bermanfaat ya.... 













Thursday, July 23, 2026

5 Keamanan Jaringan (Contoh Penerapan Firewall dalam Jaringan Komputer)

Pada penjelasan ini akan di coba menerapkan firewall pada jaringan komputer seperti pada konfigurasi seperti pada gambar di bawah ini 




Pada Konfigurasi diatas terdapat sebuah server dengan alamat IP 192.168.100.2, netmask 255.255.255.0 dan gateway 192.168.100.1. server ini terhubung dengan tiga buah Client yang masing – masing mempunyai alamat IP 172.10.10.2, 172.10.10.3, 172.172.1.2. untuk mencoba menerapkan fungsi Firewall di antara server dan computer Client diletakkan sebuah computer ber system operasi LINUX yang memiliki software “iptables” yang digunakan sebagai Firewall itu sendiri. Beberapa metode firewall yang akan dicoba adalah sebagai berikut :

A. Memblokir Protokol ICMP (ping)

Firewall untuk memblokir ICMP(Ping) dari Client beralamat 172.172.1.2  menuju Firewall

Pada Hal ini, berikan aturan untuk memblokir protocol ICMP (yang digunakan untuk melakukan ping) dengan mengetikkan perintah:

# iptables -A INPUT -s 172.172.1.2 -p icmp -j DROP


Perintah diatas akan menolak paket protokol ICMP yang datang dari alamat IP 172.172.1.2  yang menuju ke semua alamat IP Firewall.

Hasil Ping Komputer yang tidak di blok 

Hasil ping komputer yang di blok




Selain itu, anda dapat memberikan aturan pemblokiran lain seperti:

# iptables -A INPUT -s 172.172.0.0/16 -p icmp -j DROP
(Menolak paket protocol ICMP yang datang dari semua alamat jaringan 172.172.0.0 yang menuju ke semua alamat IP Firewall)

# iptables -A FORWARD -s 172.172.0.0/16 -p icmp -j DROP
(Menolak paket protocol ICMP yang datang dari semua alamat jaringan 172.172.0.0 yang menuju ke alamat IP server

B. Memblokir Protokol TCP untuk akses File Transfer Protocol (FTP)

Untuk memblokir protocol TCP (akses FTP), harus menggunakan alamat port yang disediakan. Cara melihat port FTP pada linux, adalah dengan cara masuk terlebih dahulu ke terminal, lalu ketikkan:

cd /etc (klik enter)
vi services (klik enter)

Untuk kasus ini, Port yang digunakan adalah port 21.

Jenis Port yang terdapat pada /etc/sevices



Firewall untuk memblokir akses FTP dari client dengan IP Address 172.10.10.3 menuju Server melalui port 21 dengan protocol TCP

iptables -A FORWARD -s 172.10.10.3 -p tcp --dport 21 -j DROP

Perintah lptables untuk memblokir akses FTP ke server

Tampilan Client yang tidak di ijinkan akses FTP

Tampilan Client yang di ijinkan akses ftp





C. Memblokir protocol TCP untuk akses Hyper Text Transfer Protocol (HTTP)

Firewall untuk memblokir akses Web Server dari client dengan IP Address 172.10.10.3 menuju Server melalui port 80 dengan protocol TCP

iptables -A FORWARD -s 172.10.10.3 -p tcp –dport 80 -j DROP

Perintah iptables untuk memblokir sebuah website 

Tampilan pada client yang tidak di izinkan akses web 


tampilan client yang di ijinkan akses web




D. Memblokir protocol TCP untuk akses Remote Protocol

Akses remote protocol sangat berbahaya bagi keamanan sistem, dimana client yang menggunakan salah satu software remote (mis: putty pada Windows, SSH pada Linux), dapat mengakses firewall maupun server dari jarak jauh jika client tersebut mengetahui alamat IP dari Firewall atau server. Software ini berjalan pada protocol TCP pada port 22 (SSH).
Firewall untuk memblokir akses Remote dari client dengan IP Address 172.10.10.3 menuju Server melalui port 80 dengan protocol TCP
iptables -A FORWARD -s 172.10.10.3 -p tcp –dport 22 -j DROP

perintah iptables untuk memblokir akses remote

tampilan client yang akses remote nya ke server tidak di ijinkan 

tampilan client yang di ijinkan




Pada Gambar , terlihat bahwa client yang berhasil masuk ke komputer server dapat melihat dan merubah semua isi directory komputer server

Selain itu, untuk memblokir akses remote ke firewall, dapat dilakukan dengan membuat aturan:

iptables -A INPUT -s 172.10.10.3 -p tcp --dport 22 -j DROP

Blokir protokol remote ke firewall


blokir protokol remote ke firewall

tampilan client yang akses remotenya tidak di izinkan 

tampilan yang di ijinkan

Pada Gambar di atas, terlihat bahwa client yang berhasil masuk ke firewall dapat melihat dan merubah semua isi directory Firewall



Selanjutnya 

PERCOBAAN KE 2 JOBSHEET PRAKTIKUM FIREWALL