Translate

Tuesday, July 21, 2026

4 Basis Data (Arsitektur Aplikasi Sistem Basis Data)

Definisi Arsitektur Aplikasi Basis Data
Arsitektur aplikasi basis data menjelaskan rancangan dasar aplikasi basis data yang akan dibangun. Arsitektur basis data menggambarkan diagram interaksi antara komponen-komponen penyusun sistem manajemen basis data. Komponen-komponen tersebut meliputi perangkat hardware, software, jaringan komputer, dan pengguna. Berdasarkan arsitekturnya aplikasi sistem manajemen basis data (SMBD) dibedakan menjadi beberapa macam antara lain adalah sebagai berikut:
  • SMBD terpusat (CDBMS). Pada sistem ini semua proses utama dan fungsi sistem manajemen basis data seperti user application programs dan user interface programs berada secara terpusat di satu komputer berkecepatan dan kapasitas tinggi (main frame). Pengguna mengakses basis data menggunakan terminal komputer.
  • SMBD terdistribusi (DDBMS) Pada sistem ini data disimpan pada beberapa tempat (site), setiap tempat diatur dengan suatu DBMS yang dapat berjalan secara independent. Perangkat lunak dalam sistem ini akan mengatur pendistribusian data secara transparan.
  • SMBD paralel. Sistem manajemen basis data ini menggunakan beberapa prosesor dan disk yang dirancang untuk dijalankan secara paralel dan simultan. Sistem ini digunakan untuk memperbaiki kinerja dari DBMS

Dari tiga ragam jenis SMBD diatas terdapat beberapa model arsitektur aplikasi SMBD. Perkembangan Arsitektur SMBD cukup pesat dan cepat dengan mengikuti trend yang sejalan dengan kemajuan arsitektur sistem komputer serta teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ragam jenis
arsitektur aplikasi SMBD tersebut antar lain ialah: 
1) Arsitektur Teleprocessing. 
2) Arsitektur File-Server Architecture 
3) Arsitektur Singgle tier. 
4) Arsitektur two-tier client/server. 
5) Arsitektur three-tier client/server. 
6) Arsitektur N-tier client/server. 
7) Paralel arsitektur

Centralized Database manajemen Sistem (CDBMS)
Pada sistem ini semua proses utama dan fungsi sistem manajemen basis data seperti user application programs dan user interface programs berada secara terpusat di satu komputer berkecepatan dan kapasitas tinggi (main frame). Pengguna mengakses basis data menggunakan terminal komputer. Pada arsitektur ini digunakan komputer main frame yg menyediakan semua proses utama seperti fungsinya pada DBMS (user application programs & user interface programs). Bentuk arsitektur terpusat ini menggambarkan pengaksesan terminal-terminal komputer (client) pada komputer server, berupa display informasi dan kontrol saja, karena pada terminal komputer tidak memungkinkan memiliki resource yang lebih.

Seiring perkembangan teknologi dan turunnya harga hardware, banyak terminal user digantikan dengan PC, akan tetapi DBMS masih ditempatkan terpusat (Application program execution & user interface processing ditempatkan pada satu mesin). Gambar dibawah ini menjelaskan Arsitektur Centralized Database manajemen Sistem (CDBMS)

Gambar Arsitektur CDBMS

Distributed Database manajemen Sistem (DDBMS)
DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi. DDBMS memungkinkan direplikasi dan alokasi penyimpanan disembunyikan sehingga tidak diketahui pengguna. Pada sistem ini data disimpan pada beberapa tempat (site), setiap tempat diatur dengan suatu DBMS yang dapat berjalan secara independent.

Perangkat lunak dalam sistem ini akan mengatur pendistribusian data secara transparan. Setiap site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan. Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global,

Gambar Arsitektur DDBMS

Tigal hal penting yang harus terdapat pada basis data terdistribusi adalah:
  • Independensi data terdistribusi: pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada (merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).
  • Transaksi terdistribusi yang atomic: pemakai dapat menulis transaksi yang mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi.
  • Transparansi basis data terdistribusi agar terlihat sistem ini seperti basis data tersentralisasi. Hal Ini mengacu pada prinsip dasar dari DBMS. Transparansi memberikan fungsional yang baik untuk pengguna tetapi mengakibatkan banyak permasalahan yang timbul dan harus diatasi oleh DDBMS.
Terdapat dua tipe basis data terdistribusi yaitu
  • Homogen: yaitu sistem dimana setiap tempat menjalankan tipe DBMS yang sama.
  • Heterogen: yaitu sistem dimana setiap tempat yang berbeda menjalankan DBMS yang berbeda, baik Relational DBMS (RDBMS) atau non relational DBMS.
Client-Server Architecture
Konsep arsitektur client/server mengasumsikan sebuah kerangka dasar (framework) yang terdiri atas banyak PC yang terhubung melalui LAN beserta tipe-tipe jaringan komputer lainnya. Suatu Client adalah mesin user yang menyediakan kemampuan user interface dan local processing.

Suatu Server adalah mesin yang menyediakan berbagai service ke mesin client (file access, printing, archiving, or database access). Ada kemungkinan suatu mesin hanya menginstall software client saja, yang lain software server, atau bahkan keduanya pada satu mesin (seperti pada gambar physical client/server sebelumnya). Dua arsitektur DBMS yang mendasari framework client/server ialah two-tier client/server dan three-tier client/server.

Gambar Arsitektur Basis Data Clent Server

Tugas dari komputer Client adalah: 
1) Mengatur user Interface. 
2) Menerima dan memeriksa syntax input dari user. 
3) Membangun (Generates) permintaan DB dan mengirimkannya ke server.
4) Memberikan respon balik ke user. 

Sedangkan tugas dari komputer server adalah: 
1) Menerima & memroses permintaan DB dari client. 
2) Memeriksa autorisasi. 
3) Menjamin batasan integritas data. 
4) Menampilkan queri/proses update dan mengirimkannya ke user. 
5) Memelihara System Catalog. 
6) Menyediakan kontrol recovery. 
7) Menyediakan akses basis data yang akurat. 

Kelebihan dari sistem arsitektur client-server ini ialah:
1. Client bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
2. Database server bertanggung jawab pada penyimpanan, pengaksesan, dan pemrosesan database.
3. Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server.
4. Akses yang lebih luas terhadap database.
5. Meningkatkan performa dan konsistensi.
6. Pengurangan biaya hardware, biaya komunikasi dan beban jaringan

Pada database client/server, saat pengaksesan DBMS dibutuhkan: program membuka koneksi ke DBMS server, sekali koneksi terbuat maka program client dapat berkomunikasi dengan DBMS. Contoh: ODBC (Open Database Connectivity) yang menyediakan API (Application Programming Interface), JDBC, yg digunakan program client Java utk akses ke DBMS.

Interaksi antara client dan server selama pemrosesan query SQL adalah sebagai berikut:
1. Client melakukan parsing query pemakai dan memecahnya ke dalam sejumlah query independent untuk setiap tempat. Setiap query tersebut dikirim ke server yang sesuai.
2. Setiap server memproses query lokal dan mengirim relasi hasil ke client.
3. Client mengkombinasikan hasil sub query untuk memproduksi hasil dari query asal yang dikirim.

Pada pendekatan tersebut Server SQL: juga disebut transaction server (database processor (DP) / back-end machine / DBMS), sedangkan Client: disebut application processor (AP) atau front-end machine.

Gambar Arsitektur Two Tier Client Server

Three Tier Architecture merupakan inovasi dari arsitektur client-server. Pada arsitektur Three-tier ini terdapat application server yang berdiri di antara client dan database server. Contoh dari application server adalah IIS sebagainya. (Internet Information Services), WebSphere, dan Arsitektur ini memisahkan antara logika aplikasi dari manajemen data, yang meliputi:
1. Presentation Tier (Client) Berisi interface natural yang dibutuhkan user untuk membuat request, menyediakan input dan melihat hasil. (GUI)
2. Middle Tier (Application Layer/Web Server) Berisi logika aplikasi untuk dieksekusi, berbagai macam kode program (C++, Java, dll) sebagai proses bisnis logic yang kompleks. (Application Programs, Web Pages).
3. Data Management Tier (Database Server) Berisi DBMS.

Gambar Srsitektur Theree Tier Client Server 


Arsitektur N-tier atau multi tier
Istilah arsitektur ini muncul karena dalam implementasi aplikasi basis data dimungkinkan suatu aristektur aplikasi terdiri dari banyak tier. Salah satu contoh aplikasi basis data yang menggunakan arsitektur ini ialah situs amazon .com, dimana pelanggan internet dapat memesan buku secara online. Pelanggan dapat melihat katalog buku amazon.com yang sebenarnya ada pada database amazon.com. Jika pelanggan ingin memesan salah satu buku, maka pelanggan tersebut perlu memasukkan informasi mengenai dirinya dan yang terlebih penting adalah data mengenai kartu kreditnya. Untuk dapat memesan buku data kartu kredit pelanggan tersebut harus divalidasi terlebih dahulu: seperti kode PIN, masa berlaku kartu, limit kredit. Setelah dinyatakan valid maka pelanggan dapat melakukan transaksi pemesanan buku.

Arsitektur N Tier Client Server

Contoh Arsitektur amazon.com



Materi Selanjutnya
Menentukan Entitas dan Atribut


Materi Sebelumya
Arsiterkut Sistem Basis Data 














Monday, July 20, 2026

Cara Membuat Virtual Webpages (Directory Web Server) pada Debian 8 (Squezze)

Pada saat melihat soal LKS di tahun 2017 
di dalam soal adal perintah seperti ini: 

Create virtual webpages for user01 to user20
- Ex. http://internal.jabarbelajar.edu/~user09

pada awalnya saya merasa bingung, gimana cara mengerjakanya, setelah surfing mencari cari berbagai sumber dari internet lalu saya menemukan cara yang lebih singkat dalam membuat 20 user sekaligus dan membuatkan virtual web pages, kebayang kalo secara manual kita buat 20 user akan memakan waktu yang cukup menghabiskan waktu lomba, 
sebelum ke teknis pengerjaan sebaiknya saya kenalkan dulu kepada temen-temen apa itu virtual webpages

Virtual Webpages bisa juga disebut dengan Virtual Directory pada Web Server yang memilki fungs yang hampir sama dengan FTP Server, yaitu sebagai media untuk transfer data yang bersifat Client-Server. Akan tetapi Virtual Directory menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dengan FTP Server menggunakan protokol FTP (File Transfer Protocol).

Berikut tapilan dari virtual webpages jika konfigurasinya selesai 


Langkah-langkah membuat virtual web pages pada Server debian 8 adalah sebagai berikut

Langkah awal kita isntal dulu apache2 di server debian 

#apt-get install apache2

selanjutnya ketikan konfigurasi berikut

#ln -s /etc/apache2/mods-available/userdir.conf /etc/apache2/mods-enabled/
#ln -s /etc/apache2/mods-available/userdir.load /etc/apache2/mods-enabled/

Buat Sebuah direktory di /etc/skel/

#mkdir /etc/skel/public_html

Selanjutnya buatlah sebuah user baru dengan nama apa saja tergantung soal dan kebutuhna contohnya adalah siswa1 sampai dengan siswa20 

#adduser siswa1 

dan seterusnya sampai 20 user terbentuk. 
dirasanya satu-persatu akan memakan waktu jadi kita buat jalan pintasnya 



Setelah selesai membuat user selanjutnya kita restart layanan web server sobat

#/etc/init.d/apache2 restart

Pengujian Konfigurasi Virtual Directory

Untuk pengujian konfigurasi Virtual Directory, bisa menggunakan aplikasi Web Browser berbasis text yaitu Lynx atau links dan untuk berbasisi GUI yaitu Mozilla Firefox atau web browser yang lainya sesuka sobat, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Pengujian Via CLI mode

#lynx smkbwutalaga.sch.id/~siswa1

Hasilnya seperti di bawah ini



Hasil dari web Broswer adalah seperti ini 
kita akses misal : smkbwutalaga.sch.id/~siswa1



oke sekian sekitar pembuatan virtual webpases, mudah-mudahan bermanfaat... 




Sunday, July 19, 2026

Tugas 3 Basis Data (Implementasi Fileter Data dalam aplikasi Berbasis Web)

Pada Pembahasan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara untuk memfilter database berbasis website

Tampilan Aplikasi adalah sebagai berikut


Spesifikasi Aplikasi 
1. Fungsi Cari Berdasarkan Nama Siswa
2. Fungsi Tambah data Siswa 
3. Fungsi Edit data siswa 
4. Fungsi Delete data Siswa 
6. Fungsi Tampilkan data siswa yang lulus (lulus >= 75)
7. Fungsi Tampilkan data siswa yang tidak lulus (tidak lulus < 75)
8. Fungsi Filter data siswa berdasarkan kelas. 

Oke langsung saja kita mulai pengerjaanya 

langkah pertama kita buat dulu databasenya, misal kita buat database sekolah dan membuat tabel siswa dengan data tabel seperti di atas. 

untuk pembuatan database kita bisa menggunakan cmd di windows atau terminal di linux, atau bisa membauatnya dengan phpmyadmin. 


setelah beres membuat database langsung kita mulai mengkoding aplikasi webnya 
pertama kita buat halaman utama kita kasih nam dengan index.php lalu kita mulai mengetik kodenya huruf per hurup baris perbaris dan hasil keseluruhanya adalah sebagai berikut.,. 

untuk melihat sourcode lengkap klik disini





Thursday, July 16, 2026

7 Keamanan Jaringan (Praktikum Implementasi Firewall)

Pada praktikum ini, firewall akan dipasang pada router debian untuk pengamanan dan antisipasi  serangan dari luar. Selain firewall, akan diinstal antivirus Norton Security pada PC Client. Berikut ini adalah topologinya.

Topologi Sistem Keamanan Jaringan
Untuk konfigurasi firewall Linux, biasanya memakai implementasi firewall

P Tables yang merupakan packet filter. IP Tables adalah peningkatan dari IP Chains dan menyediakan fitur lanjutan semacam stateful packet filtering, NAT, MAC Address filtering dan sebagainya. Di dalam IP Tables ada tiga kelompok aturan yang disebut chain, masing-masing berisi aturan tentang apa yang harus dilakukan oleh komputer, kemudian keluar dari komputer dan melewati komputer.

Pemasangan Firewall Pada Router
1. Buka pengaturan default firewall pada direktori /etc/rc.local menggunakan nano


2. Ketik baris perintah yang ingin diaplikasikan untuk firewall pada file tersebut kemudian simpan file tersebut kembali.



Penjabaran perintah di atas:
Perintah iptables –A INPUT –s 192.168.1.1 –j DROP’ digunakan untuk memblokir paket yang ingin masuk ke dalam jaringan melalui alamat ip 192.168.1.1.

Perintah ‘iptables –A INPUT –s 192.168.1.0/24 –j DROP’ digunakan untuk memblokir paket data yang ingin masuk ke dalam jaringan melalui semua alamat ip dari network id 192.168.1.0 dengan subnet /24.

Perintah ‘iptables –A INPUT –o eth0 –j DROP’ digunakan untuk memblokir semua paket data yang ingin memasuki jaringan melalui interface Ethernet0.

Perintah ‘iptables –A OUTPUT –d 192.168.1.1 –j DROP’ digunakan untuk memblokir semua paket data yang akan keluar dari jaringan dengan alamat ip tujuan 192.168.1.1.

Perintah ‘iptables –A INPUT –p tcp --dport 21 –j DROP’ digunakan untuk memblokir paket data tcp yang akan memasuki jaringan melalui port 21 (FTP).

Perintah ‘iptables –A INPUT –s 192.168.1.0/24 –p tcp --dport 21 –j DROP’ digunakan untuk memblokir paket data tcp yang akan memasuki jaringan dari semua alamat ip dengan network id 192.168.1.0 subnet /24 melalui port 21 (FTP).

Perintah ‘iptables –A INPUT –s 192.168.1.7 –j ACCEPT’ digunakan untuk mengizinkan paket data dari alamat 192.168.1.7 memasuki jaringan.

Perintah ‘iptables –A INPUT –o eth0 –p tcp --dport 21 -j ACCEPT’ digunakan untuk mengizinkan paket data tcp dari interface Ethernet 0 melalui port 21.

Bentuk perintah secara umum seperti di bawah ini:
iptables –A [INPUT | OUTPUT] –s [alamat_ip | newtwork_id/subnet_mask] –o [interface] –p [tcp|udp] --dport [nomor_port] –j[ACCEPT | DROP]

3. Setelah menyimpan file rc.local, reboot perangkat dengan perintah di bawah ini:


Pemasangan Antivirus Pada Client
Antivirus adalah sebuah perangkat lunak / software komputer yang berfungsi sebagai pelindung komputer dari serangan virus. Antivirus ini akan memberikan perlindungan dan keamanan pada data dan sistem yang ada pada komputer.

Virus biasanya akan menyerang pada komputer yang tidak terdapat antivirus didalamnya, sehingga komputer tersebut menjadi berpenyakit akibat virus tersebut. 

Contoh - Contoh antivirus
  • Smadav
  • AVG
  • Avira
  • Norton
  • BitDefender
  • Kaspersky
  • Microsoft Security Essentials
  • Trend Micro
  • McAfee Secure
  • Dll


Pada Materi ini Antivirus yang dipasang pada Client adalah Norton Internet Security yang sekarang bernama Norton Security. Aplikasi ini dapat diunduh pada website resminya yaitu us.norton.com. Antivirus Keunggulan pertama Norton Security yaitu mengidentifikasi, menjaga informasi pribadi dan menghentikan ancaman-ancaman online dengan cepat. Fitur-fitur dari Norton antara lain Norton Identity Safe in the Cloud untuk melindungi informasi pribadi dan finansial dari penjahat cyber dan menjaga keamanan pengguna dari situs-situs laman palsu. Norton juga memiliki firewall untuk mencegah serangan dari jaringan internet.

1. Install Norton Security pada PC Client.


2. Masuk dalam menu security



3. Aktifkan pengamanan yang dibutuhkan dalam jaringan, seperti Intrusion Prevention atau Smart Firewall. Fitur ini dapat diaktifkan untuk mode install yang berbayar.



Dalam kegiatan ini peserta diklat akan melakukan analisis terhadap sistem keamanan. Kegiaan yang dilakukan adalah membentuk kelompok diskusi. Setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang, kemudian membaca seluruh langkah dibawah ini kemudian lakukan dengan cermat dan teliti.
1. Membaca dan mengamati uraian materi pada kegiatan belajar di atas.
2. Menanyakan serta mendiskusikan kepada kelompok kecil tersebut berkaitan dengan materi pembelajaran.
3. Mengumpulkan informasi dan mencoba mencari informasi berkaitan dengan materi yang relevan melalui sumber belajar (buku, teman sebaya, internet).
4. Mengasosiasi atau menalar berkaitan dengan materi yang dipelajari.
5. Mengkomunikasikan serta mendiskusikan hasilnya dalam kelompok dan membuat kesimpulan.
6. Membuat laporan aktifitas pembelajaran dan mengkomunikasikan hasil laporan dan pembahasan tersebut dengan tutor.






Wednesday, July 15, 2026

Jaringan Komputer Dasar Part 2 (Media Transmisi Data)

Dalam Artikel Ini Menjelaskan Tentang 

1. Media Trasmisi Data dalam Jaringan Komputer 
2. Kabel UTP dan STP



Media Transmisi Data 

Untuk mengirimkan data atau informasi dari satu tempat ke tempat lainnya, kita memperlukan suatu media atau jalur untuk membawanya hingga pada tujuan yang diinginkan. Media yang membawa data tersebut biasanya disebut dengan Media Transmisi atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Transmision Medium. Jadi pada dasarnya, yang dimaksud dengan Media Transimisi adalah media atau jalur yang digunakan untuk membawa informasi dari pengirim (sender) ke penerima (receiver).

Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.

Setiap perangkat elektronik yang difungsikan sebagai alat komunikasi memiliki media transmisi yang berbeda-beda. Contohnya, Telepon Kabel menggunakan Kabel sebagai media transmisinya, Telepon Selular (Ponsel), siaran televisi dan Radio FM menggunakan Frekuensi Radio sebagai media transmisinya, remote control televisi menggunakan infrared (infra merah) sebagai media transmisinya dan lain sebagainya.

Dalam teknik elektronika, Informasi yang ditransmisikan tersebut dapat berupa sinyal listrik ataupun elektromagnetik. Kualitas dan kemampuan suatu media transmisi pada umumnya tergantung pada beberapa faktor.
  • Bandwidth (Lebar Pita), yaitu lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam media transmisi. Satuan bandwidth adalah Hertz.
  • Noise, yaitu gangguan yang terjadi pada saat transmisi data melalui media transmisi tertentu. Noise pada dasarnya adalah sinyal yang tidak diinginkan oleh pengirim maupun penerima.
  • Radiasi, yaitu kebocoran sinyal dari media karena adanya karakteristik listrik yang tidak diinginkan pada media yang bersangkutan.
  • Attenuation, yaitu tingkat kehilangan energi saat perambatan sinyal atau pelemahan sinyal pada saat perambatan.
Secara garis besar, Media-media Transmisi dapat dibagi menjadi 2 jenis utama yaitu Wired atau Guided Media dan Wireless atau Unguided Media.

1. Media yang dituntun (Guided Media atau Wired)
Media yang dituntun atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Guided Media adalah jenis media yang memiliki bentuk fisik seperti Kabel pasangan berpilin (twisted pair), kabel serat optik (Fiber optic cable) dan kabel coaksial (coaxial cable). Setiap media transmisi memiliki karakteristiknya tersendiri seperti kecepatan transmisi, efek suara, biaya dan penampilan fisiknya. Dikatakan sebagai Guided Media karena Sinyal listrik atau gelombang-gelombang dituntun transmisinya melewati media fisik. Ada juga yang menyebutkan Guided Media sebagai Wired atau Bound transmission media.

1.1. Kabel pasangan berpilin (Twisted pair cable)
Twisted pair Cable pada dasarnya merupakan sepasang kabel tembaga yang diputar bersama-sama berbentuk spiral dan dibungkus dengan lapisan plastik. Twisted Pair Cable ini pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu Kabel UTP (unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair). Diameter Twisted Pair sekitar 0,4mm hingga 0,8mm.





1.2. Kabel Koaksial (Coaxial Cable)
Kabel Koaksial (Coaxial Cable) adalah kabel dua konduktor yang mana satu konduktor berada di rongga luar mengelilingi satu konduktor tunggal yang dipisahkan oleh bahan Isolator. Kabel jenis ini memiliki impedansi transmisi yang konstan serta tidak menghasilkan medan magnet sehingga cocok untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi.


1.3. Kabel Serat Optik (Fiber Optic Cable)
Kabel Serat Optik atau Fiber Optic Cable adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik halus yang dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lainnya. Sumber cahayanya dapat berupa sinar Laser ataupun sinar LED. Diameter kabel serat optik sekitar 120 mikrometer.



Media TANPA KABEL (Unguided Media atau Wireless)

Media yang tidak dituntun atau Unguided Media adalah media yang menggunakan sistem gelombang elektromagnetik dalam mentransmisikan informasi dari pengirim ke penerima tanpa ada perangkat fisik yang menuntunnya. Unguided Media ini lebih dikenal dengan istilah Wireless yaitu media transmisi tanpa kabel. Media yang tidak dituntun atau Unguided Media ini diantaranya adalah Frekuensi Radio, Gelombang Mikro (Microwave), Inframerah dan Satelit. Unguided Media ini juga disebut dengan Unbounded Transmission Media.

2.1. Frekuensi Radio (Radio Frequency)
Frekuensi Radio adalah media transmisi yang menggunakan gelombang elektromagnetik dengan kisaran frekuensi diantara 3kHz hingga 300Ghz. Frekuensi Radio pada umumnya menggunakan antena untuk menyebarkan gelombang elektromagnetiknya. Media Transmisi Frekuensi Radio banyak diaplikasikan di Televisi, Radio FM.
Baca juga : Pengertian Spektrum Frekuensi dan Pengalokasiannya.

2.2. Gelombang Mikro (Microwave)
Gelombang Mikro atau Microwave adalah Media Transmisi yang menggunakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency) yaitu frekuensi yang berada di kisaran 3GHz hingga 30GHz dengan panjang gelombang sekitar 1mm hingga 1m untuk mentransmisikan sinyal dari pengirim ke penerima.

2.3. Infra Merah (Infrared)
Infra Merah atau Infrared adalah media transmisi yang menggunakan radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang yang lebih panjang dari cahaya tampak tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Inframerah biasanya digunakan pada komunikasi jarak dekat seperti remote control pada televisi maupun perangkatn elektronika lainnya.

2.4. Satelit
Satelit adalah jenis Media Transmisi yang menggunakan Satelit sebagai penerima sinyal dari stasiun bumi dan memancarnya ke stasiun bumi lainnya. Satelit pada umumnya mengorbit di pada ketinggian 36.000km dari permukaan bumi. Setiap satelit yang mengorbit akan beroperasi pada sejumlah band frekuensi yang disebut dengan channel transponder. Media Transmisi ini sering digunakan untuk Siaran Televisi, Telepon Jarak Jauh dan Jaringan Bisnis Privat (Private Business Network).

2.5. Sistem Sinar Laser Teknologi ini hampir sama dengan sinar infra merah, yaitu memiliki sifat line of sight. Teknologi ini mampu membawa data atau signal. Data yang dikirimkan melalui sinar laser ternyata jauh lebih besar daripada gelombang radio, microwave, dan peralatan elektrik lainnya. Teknologi ini digunakan untuk transmisi jarak jauh.


TEKNIK PENGKABELAN UTP DAN STP

Kabel UTP dilengkapi dengan 8 buah kabel dengan warna unik di tiap kabel, lalu disusun berlilitan pada tiap pasang warna hingga menjadi 4 pasang. Lilitan kabel tersebut berfungsi untuk mengurangi induksi dan kebocoran pada kabel.

Setiap Warna pada kabel memiliki fungsi yang berbeda. Dari 8 warna kabel UTP, masing-masing memiliki perannya sendiri, adapun fungsinya, yaitu:

  • Jingga: Kabel warna jingga memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Putih-Jingga: Kabel warna putih-jingga memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Hijau: Kabel warna hijau memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Putih-Hijau: Kabel warna putih-hijau memiliki fungsi sebagai penghantar paket data.
  • Biru: Kabel warna biru memiliki fungsi sebagai penghantar paket suara.
  • Putih-Biru: Kabel warna putih-biru memiliki fungsi sebagai penghantar paket suara
  • Coklat: Kabel warna coklat memiliki fungsi sebagai penghantar tegangan DC.
  • Putih-Coklat: Kabel warna putih-coklat memiliki fungsi sebagai penghantar tegangan DC

Kabel UTP digunakan pada jaringan LAN untuk menghubungkan komputer ke perangkat jaringan atau komputer ke komputer ataupun antara perangkat jaringan itu sendiri. Dalam penerapannya, kabel UTP memiliki aturan dalam penyusunan kabel berdasarkan kegunannya.

Selain itu, fungsi kabel UTP dapat dibagi menjadi lebih spesifik lagi berdasarkan jenis dan kategorinya. Untuk jenis-jenisnya, misal kabel straight-through, kabel cross-over dan roll-over. Sedangkan jika dilihat dari kategorinya, misal Kategori 1 (CAT1) sampai dengan Kategori 7 (CAT7).

SUSUNAN PEMASANGAN KABEL UTP YANG SERING DUGUNAKAN

Kabel straight-through
Untuk kabel tipe straight through memiliki aturan penyusunan yang sama antara ujung konektor yang satu dengan lainnya.

Tipe kabel straight through biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda, misalnya antara router dengan switch/hub, komputer ke switch dan komputer ke hub. Adapun urutan kabel straight through sebagai berikut:



Kabel cross-over
Untuk kabel tipe crossover memiliki aturan penyusunan yang berbeda antara tiap ujung konektor. Tipe cross over biasanya digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama.

Misalnya antara komputer dengan komputer, router dengan router, switch dengan switch, hub dengan hub. Adapun urutan kabel cross over sebagai berikut:



Kabel roll-over
Dan yang terakhir adalah kabel tipe roll over. Kabel tipe roll over memiliki aturan penyusunan terbalik antara ujung konektor satu dengan ujung konektor lainnya.

Kabel tipe roll over digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang berbeda, hampir sama dengan tipe straight through namun tipe kabel ini lebih kepada menghubungkan perangkat yang memiliki konsol, misalnya switch dengan printer, switch dengan proyektor. Adapun urutan kabel roll over sebagai berikut:



Kategori Kabel UTP

Kabel UTP di kelompokan menggunakan istilah Category atau biasa kita menyebutnya CAT. Kabel UTP dikategorikan berdasarkan kualitas transmisi data yang tersedia. Semakin tinggi kategorinya maka semakin cepat transmisi data yang dilakukan. Di antara semua kategori kabel UTP, kabel CAT5e dan CAT5 merupakan yang paling populer yang banyak digunakan pada jaringan Ethernet.

Kategori 1 – CAT1
Kabel UTP dengan kategori 1 merupakan kabel dengan kualitas transmisi terendah yaitu sebesar 1 Mbps. Kabel dengan kategori ini hanya mendukung komunikasi suara analog saja sehingga kurang cocok untuk sistem modern saat ini. Kabel CAT1 dulunya digunakan pada tahun 1983 untuk menghubungkan telephone analog Plain Old Telephone Service (POTS).

Kategori 2 – CAT2
Kabel UTP kategori 2 memiliki kecepatan transmisi data hingga 4 Mbps. Kabel dengan kategori ini telah mendukung data dan suara digital. Umumnya kabel ini digunakan pada jaringan dengan teknologi Token Ring oleh IBM, namun seiring perkembangan jaman kabel tipe ini sudah tidak cocok lagi digunakan pada sistem modern saat ini.

Kategori 3 – CAT3
Kabel UTP kategori 3 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Bila ditinjau dari segi perkembangan teknologi Ethernet, kabel CAT3 memiliki kemampuan yang terendah, karena memang hanya mendukung jaringan 10BASE-T saja. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan IBM Token Ring dengan kecepatan 4 Mbps sebagai pengganti CAT2

Kategori 4 – CAT4
Kabel UTP kategori 4 memiliki kecepatan transmisi data hingga 16 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel ini juga digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 Mbps dan juga didukung pada jaringan Ethernet 10BASE-T.

Kategori 5 – CAT5
Kabel UTP kategori 5 memiliki kecepatan transmisi data hingga 100 Mbps dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel jenis CAT5 ini juga dapat berjalan pada kecepatan transmisi data hingga 1Gbps tetapi dengan syarat panjang kabel harus lebih pendek dari 100 meter. Umumnya, kabel jenis ini mendukung jaringan Token Ring, Ethernet (10BaseT) dan Fast Ethernet (100BaseT). Kabel kategori ini merupakan kabel yang paling populer yang banyak digunakan pada instalasi jaringan.

Kategori 5e – CAT5e
Kabel UTP kategori 5e ini merupakan bentuk peningkatan dari kabel UTP CAT5 dengan kemampuan transmisi data hingga 1 Gbps atau pada kecepatan 10/100/1000Mbps. Kabel jenis ini direkomendasikan pada penggunaan jaringan Gigabit Ethernet, meskipun kabel UTP CAT 6 lebih direkomendasikan untuk kinerja yang maksimal.

Kategori 6 – CAT6
Kabel UTP kategori 6 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps dengan frekuensi komunikasi 250Mhz dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan Gigabit Ethernet dan 10G Ethernet dengan panjang hingga 55 meter.

Kategori 6a – CAT6a
Kabel UTP kategori 6a ini merupakan bentuk peningkatan dari kabel UTP CAT6 dengan frekuensi komunikasi yang lebih besar yaitu sebesar 500 Mhz.

Kategori 7 – CAT7
Kabel UTP kategori 7 memiliki kecepatan transmisi data hingga 10 Gbps dengan frekuensi komunikasi hingga 600 Mhz dan mendukung komunikasi data dan suara digital. Umumnya kabel jenis ini digunakan pada jaringan Gigabit Ethernet dan 10G Ethernet dengan panjang hingga 100 meter.

Agar anda lebih memahami masing-masing kategori pada kabel UTP, anda bisa menyimak tabel dibawah ini:


Karakteristik Kabel UTP
Terdapat beberapa karakteristik yang dimiliki kabel UTP, yaitu :
  • Bagian dalam terdiri dari 8 buah kabel dengan warna berpasang-pasangan
  • Tiap pasang warna dililit sehingga menghasilkan 4 pasang kabel
  • Tidak memiliki pelindung (shield)
  • Maksimal panjang kabel yang disarankan yaitu 100 meter
  • Menggunakan konektor RJ-45
  • Kecepatan transmisi hingga 1000 Mbps
  • Memiliki impedansi sekitar 100 ohm

Tuesday, July 14, 2026

7 Basis Data : MENEMUKAN RELASI DAN MENGGAMBAR ERD


1. Relasi
 
Relasi menyatakan hubungan antara dua atau beberapa entitas. Setiap relasi mempunyai batasan (constraint) terhadap kemungkinan kombinasi entitas yang berpartisipasi. Batasan tersebut ditentukan dari situasi yang diwakili relasi tersebut. Ragam atau jenis relasi dibedakan menjadi beberapa macam antara lain adalah:
 
a. Relasi Binary. Relasi binary merupakan relasi antara dua entitas. Relasi binary ini dibedakan menjadi :
 Relasi One-to-one (notasi 1:1)
 Relasi One-to-many (notasi 1:N) atau many-to-one (notasi N:1)
 Relasi Many-to-many (notasi M:N)
 
b. Relasi Ternary. Relasi ternary adalah merupakan relasi antara tiga entitas atau lebih.
 
Dalam Relasi One-to-one (1:1) setiap atribute dari satu entitas berpasangan dengan satu attribute dari entitas yang direlasikan. Dalam relasi One-to-many (1:N) atau many-to-one (N:1) satu atribute berelasi dengan beberapa atribute dari entitas yang direlasikan. Dalam Many- to-many (M:N) satu atribute berelasi dengan beberapa atribute dari entitas yang direlasikan. Begitu pula sebaliknya.


Gambar 26. Ragam relasi antar entitas
 
Sebagaimana entias dalam relasi juga dapat dibedakan menjadi relasi kuat dan relasi lemah. Gambar dibawah ini menjelaskan notasi umum untuk relasi kuat dan relasi lemah



Gambar 27. Notasi relasi entitas untuk entitas kuat (b) dan entitas lemah (c)

2. Batasan Partisipasi
Batasan partisipasi atau batasan hubungan entitas menjelaskan bagaimana data itu berelasi, batasan ini menentukan bagaimana (harus ataukah tidak) berpartisipasi suatu entitas dengan relasinya pada entitas lain. Batasan partisipasi dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Partisipasi Total (harus berpartisipasi) dan 2) Partisipasi Parsial (tidak harus berpartisipasi) Contoh relasi yang merupakan partisipasi total adalah relasi antara pegawai dengan departemen dengan nama relasi bekerja untuk dan partisipasi total disisi pegawai. Dari deskripsi basis data disebutkan bahwa:
 
“Semua pegawai harus bekerja di bawah suatu departemen” Dari pernyataan diatas mengindikasikan bahwa relasi disisi pegawai adalah relasi total yang ditandai dengan kata kunci harus. Untuk menggambarkan relasi dengan partisipasi total tersebut dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:

 Menggunakan garis ganda pada relasi disisi pegawai
 Menggunakan satu garis pada relasi disisi pegawai digabungkan dengan minimum 1 (minimum bekerja pada 1 departemen)


 Gambar 28. Relasi dengan batasan partisipasi total.
 
Contoh relasi yang merupakan partisipasi parsial adalah relasi antara pegawai dengan departemen dengan nama relasi mengepalai daan partisipasi parsial disisi pegawai. Deskripsi basis data menyebutkan :
 
“Beberapa pegawai mengepalai sebuah departemen (setiap pegawai tidak harus mengepalai suatu departemen) “ 

Pernyataan diatas menjelaskan bahwa relasi disisi pegawai adalah mempunyai partisipasi parsial. Hal ini ditandai dengan kata kunci (beberapa pegawai ...... atau tidak harus.....). Untuk menggambarkan relasi dengan partisipasi parsial tersebut dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:

 Menggunakan satu garis pada relasi disisi pegawai
 Menggunakan satu garis pada relasi disisi pegawai digabungkan dengan minimum 0 (tidak mengepalai departemen)



Gambar 29. Relasi dengan batasan (constraint) partisipasi parsial


D. Aktifitas Pembelajaran: Prosedur menemukan Relasi
 
Prosedur atau langkah-langkah yang seharusnya dilakukan untuk menemukan atau mendefinisikan relasi dalam suatu sistem data base adalah sebagai berikut:
 
1. Dari gambaran cerita sistem, tandai setiap hubungan yang diwakili oleh kata kerja yang ada di dalam ilustrasi beserta entitas yang berhubungan.
2. Identifikasikan rasio kardinalitas dari setiap hubungan.
3. Identifikasikan batasan partisipasi dari setiap hubungan yang ada berikut kemungkinan atribut yang muncul dari setiap hubungan.
4. Gambarkan hubungan tersebut dalam bentuk notasi diagram dan
gabungkan dengan notasi Entitas dan atribut yang dibuat sebelumnya.
 
Pernyataan dibawah ini menjelaskan
 
contoh langkah-langkah menemukan relasi untuk kasus Sistem Kepegawaian di perusahaan A (lihat kembali deskripsi sistem basis data pada kegiatan belajar sebelumnya), yaitu sebagai berikut:
 
1. Langkah 1 Menandai relasi dari deskriipsi cerita.
Dari gambaran cerita sistem, tandai dan tentukan setiap hubungan yang diwakili oleh kata kerja yang ada di dalam ilustrasi dan entitas yang berhubungan.

Perusahaan A memiliki 100 pegawai. Setiap pegawai dipimpin pengawas/mandor dari pegawai perusahaan itu sendiri dan tidak semua pegawai memimpin pegawai yang lain. Sehingga satu pengawas dapat memimpin beberapa pegawai. Setiap pegawai bekerja untuk suatu departemen dan dalam suatu departemen dapat terdiri dari beberapa pegawai. Setiap departemen dikepalai oleh seorang pegawai yang bekerja mulai tanggal tertentu. Tidak semua pegawai mengepalai departemen. Sebuah departemen dapat berada di beberapa lokasi. Selain bekerja di suatu departemen pegawai dapat bekerja pada beberapa proyek. Setiap proyek dikendalikan/diatur oleh suatu departemen, namun suatu departemen tidak harus mengendalikan/mengatur proyek. Satu departemen dapat mengendalikan beberapa proyek dan satu proyek hanya dikendalikan oleh satu departemen.Satu proyek dapat terdiri dari beberapa pegawai. Untuk keperluan penggajian perusahaan memerlukan data tanggungan pegawai. Seorang pegawai dapat menanggung beberapa tanggungan. Jika seorang pegawai pindah maka datanya akan dipindahkan / dihapus berikut data tanggungan atau keluarganya.

2. Langkah 2 Identifikasi hubungan antara entitas .
Indentifikasi hubungan dilakukan dengan membuat tabel sepeti terlihat di bawah ini. Hubungan berlangsung dua arah dari entitas 1 ke entitsas 2 dan sebaliknya. Kata kunci hubungan satu sisi menggunakan kata aktif dan dari sisi sebaliknya menggunakan kata kunci pasif.
 

Tabel 7. Identifikasi hubungan antara dua entitas dua arah

3. Langkah 3 Identifikasi rasio kardinalitas
Identifikasi rasio kardinalitas menjelaskan batasan (constraint) terhadap kemungkinan kombinasi entitas yang berpartisipasi. Identifikasi rasionalitas dapat dinyatakan dengan dua pendekatan yaitu:
 
1) banyaknya entitas berpartisipasi (one-one, one-many, many-one atau many-many), dan
2) Banyaknya entitas berpartisipasi (minimal dan maksimal).
 

Tabel 9. Identifikasikan rasio kardinalitas dari setiap hubungan

Relasi antar entitas juga dapat diwujudkan dengan melibatkan identifikasikan batasan partisipasi dari setiap hubungan yang ada. Tabel dibawah ini menjelaskn relasi yang melibatkan banyaknya partisipasi (minimal dan maksimal).
 
Tabel 10. Indentifikasi batasan partisipasi (min, max) antara dua entitas.

Dari tabel Identifikasikan rasio kardinalitas untuk setiap hubungan dan tabel indentifikasi batasan partisipasi (min, max) diatas dapat digambarkan diagram relasi entitasnya, seperti terlihat digambar dibawah ini





Gambar 30. . Diagram relasi entitas pegawai dan departemen
(a) melibatkan batasan partisipasi, (b) melibatkan rasio kardinalitas (min,max) dan partisipasi total/parsial Dengan cara yang sama dapat ditemukan dan digambarkan relasi antar entitas lainnya. Gambar dibawah ini menjelaskan ER diagram secara lengkap untuk sistem basis data kepegawaian di perusahaan A


Gambar 31. ERD sistem basis data pegawai perusahaan A